Trs: Klub Bisnis & Manajemen Daftar Peserta Program Bersubsidi: Six Sigma Green Belt (7 kali pertemuan – hari Sabtu minggu)

Program bersubsidi Six Sigma Green Belt

Program ini akan dijalankan bila peserta telah mencapai 15 orang

———— ——— ——— ——— ——— ——— —–

1. Heru Sadmiko, Quadrant Indonesia, Consultant

2. A Rachman, Polysindo – GM HR

3. Urip Sedyowidodo, BSM – Direktur BLC

4. AD Rini – Akuntan Publik

5. Dody Hidayat – Bina Manusatama – Consultant

6. Tri Utomo, – KOBE International Manufacture – CEO

7. Prie Haryono, PT. Bajaj Auto Indonesia,

8. WISNU SAMDHONO HARIYUDHA, PT. CHANDRA ASRI

9. Parulian Simanungkalit, PT. Paradise Perkasa

10. Gunawan Tjan, Bank Mizuho Indonesia

11. Ivan Ryadi, Bank Mizuho Indonesia

12. Yanuarsih L

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

HRM Bekerjasama Dengan BLC


Project Improvement:

Six Sigma for Green Belt

7 Kali pertemuan

Rp 400.000 per day

Cash Rp 2.750.000,-

Rombongan

Rp 300.000,- (minimal 3 orang)

Cash Rp 2.000.000,-

Pelunasan maksimal pada pertemuan ke 3

Peserta harap membawa Lap Top untuk instalasi software six sigma

Acara akan dijalankan bila ada minimal 15 peserta

Subsidi sponsor Rp 2.100.000,- per peserta per hari


Tahukah anda harga Inhouse training Six Sigma? rata-rata Rp 100 – 250 juta selama 3 hari.

Tahukah anda program six sigma integrasi dengan Balance Scorecard? Rata-rata Rp 800 jt – 1 Milyar

Tahukah anda Tunjangan Kompetensi pemegang Belt dari Six Sigma? Yang jelas mereka incaran Head Hunter

Dalam rangka melakukan improvement secara dramatis terhadap industri di Indonesia, dan skill SDM Indonesia, maka program ini memberikan subsidi yang luar biasa.

Harga normal training plus project adalah Rp 17.500.000,- per orang (Training in class Rp 12.500.000,- & konsultasi proyek Rp 5.000.000,-)

Siapa yang bisa Ikut?

1. Praktisi Operasional

2. Praktisi Produksi

3. Praktisi HR

4. Praktisi Marketing

5. Praktisi Kesehatan

6. Praktisi yang berhubungan dengan kualitas, biaya, dan pelayanan

Pendahuluan

Six Sigma pertama dibuat adalah untuk meningkatkan customer satisfaction secara dramatis di industri manufaktur. Setelah berhasil dengan sukses, six sigma kemudian dipakai oleh Bank, Asuransi, Restoran, Rumah Sakit, sekolah dan masih banyak lagi. Keberhasilan yang umum dicapai adalah Faster, Better, dan Cheaper, Lebih cepat pelayanan, lebih berkualitas dan lebih murah. Hal ini tidak mengherankan karena six sigma mampu memotong rantai proses dengan dramatis, mengurangi tingkat kecacatan sangat siknifikan, dan memangkas biaya operasional yang luar biasa besar.

Secara umum obyek six sigma adalah sebagai berikut:

1.       Industri Jasa, umumnya adalah

–           Informasi

–          Tools / sistem

–          Approach

–          Inter personal skill

–          Time

–          Work Environment

–          Dan lain-lain

2.       Industri Manufaktur, umumnya adalah

–          Material

–          Machine

–          Method

–          Technical Skill

–          Quality

–          Physical Environment

, Six Sigma sendiri dalam proyek improvement dilapangan dibagi menjadi 2 macam, yakni:

1.       Single Six Sigma atau Normal Improvement, yakni untuk meningkatkan capaian KPI individu atau unit kerja

2.       Strategic six sigma, yakni six sigma yang dijalankan secara korporasi, untuk meningkatkan KPI perusahaan, karena itu semua fungsi organisasi terlibat. Mulai dari core business sampai supporting, mulai dari produksi atau operasional, purchasing, gudang, General Affair, HR sampai marketing.

Karena sifatnya dramatis, baik dari sisi time, cost, quality, quantity, service, dan selling maka proyek six sigma dijalankan setiap 3 – 4 bulan. Begitu close project, maka hari itu juga open new project. Six Sigma meminta kita untuk bekerja diatas rata-rata secara dramatis, melakukan perbaikan diatas rata-rata dan ujungnya perusahaan harus profit & Growth diatas rata-rata. Six Sigma tidak menginginkan kita pada level rata-rata, tapi menjadi terbaik dibidangnya.

Mekanisme Sharing:

Sharing ini didesain sesuai format dan kurikulum International Certification for Six Sigma untuk level Green Belt

Karena itu peserta yang berhasil menyelesaikan program ini sampai tuntas, trainernya akan memberikan sertifikat green belt, yakni sertifikat pengakuan bahwa yang bersangkutan layak menjalankan proyek six sigma dan berhak menyandang green belt.

Sedangkan yang tidak menyelesaikan program, maka peserta tidak akan diberikan sertifikat pengakuan bahwa yang bersangkutan layak menyandang green belt.

Prosedur:

Training akan dibagi 4 tahapan:

1.       Tahap training in class 2-3 kali pertemuan (DMA): six sigma training dan menyiapkan proyek perbaikan

2.       Tahap running proyek perbaikan, peserta melakukan Define, Measure & Analysis (DMA)

3.       Tahap training in class 2 kali pertemuan (IC):  six sigma training dan 2 minggu setelah tahapan ini proyek bisa close. Dalam Tahap ini, hanya yang mengerjakan proyek saja yangberhak ikut tahapan IC.

4.       Tahap Close & Open Project :  Membuat laporan dan Close Project.  Open Project dilakukan bila diperlukan. Pada tahap ini juga peserta diberikan Certificate of Competency dan layak menyandang sebagai Green Belt

Materi pelatihan

Hari I: 25 juli 2009

08.30 – 14.00

1.       Open Ceremony for new course

2.       Six Sigma with DMAIC Model

3.       Define Phase (D)

Step A: Identify Project CTQ : Drill Down Tree

Step B: Project Charter

Step C: High Level Process Map

Working Session : Defining Your Project

Day II: 26 juli 2009

8.30 – 14.00

4.       Measure Phase (M)

Step 1:Identify  CTQ Charactheristic

QFD ( Quality Function Deployment )

FMEA ( Falure Mode Effect Analysis )

Step 2. Define Performance Standard

BASIC STATISTICS (Dot,Box Plot,Run,Pareto, Fish bone, Descriptive)

Step 3. Measurement Systems Analysis (TR & Gage R&R Study )

Work Session Measure Phase

Day III: 8 Agustus 2009

08.30 – 14.00

5.       Analyze Phase (A)

Step 4. Establish Process Capability

Step 5. Define Performance Standard

Sigma Value & Cp ( Capability Process ) Calculation

Step 6. Identify Various Sources (Fishbone, Process Map)

Data Analysis (Anova, Hyphotesis  testing )

Regression  Analysis

Working Session : Analyze  Phase

Break for Running Project: 1 – 2 bulan

Clinic & consultation 1 hari : waktunya disepakati bersama

Day IV: 3 Oktober 2009

08.30 – 14.00

6.       Improve Phase (I)

Step 7. Screen Potential Causes (DOE)

Improve by Design

Process of Experiment ( Analyze DOE )

Step 8. Discover Variable Relationship (Factorial Design)

Helicopter Exercise

Work Session Improve  Phase

Day V: 4 Oktober 2009

08.30 – 14.00

7.       Control Phase (C)

Step  9. Establish Operating Tolerances

Step 10.Define and Validate Measurement Systems

Contro Chart Variable Data

Step 11 Determine New Process Capability

Control Charts Variable Data

Work Session Control Phase

Break for Running Project : 2 minggu

Day VI: CLOSING

8.       Report

9.       Close Project

10.   Give Green Belt Equivalent Certificate

Fasilitator:

A Juliansyah

Penyandang Master Black Belt

Sunawan – Supporting

Lokasi:

Ruang 8 BSM Pasar Festifal, Jl Rasuna Said, Kuningan Jakarta

Pendaftaran

Sunawan

SMS:  0817 994 0224

Email: sunawans@yahoo. com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s